Belajar Aman di Dunia yang Pernah Menyakiti: Memahami Trauma, Menata Kalbu, dan Menemukan Rasa Aman Kembali

Rp100,000

Judul : BELAJAR AMAN DI DUNIA YANG PERNAH MENYAKITI: Memahami Trauma, Menata Kalbu, dan Menemukan Rasa Aman Kembali

Penulis : Anisa Indah Lestari, B.H.Sc., M.Psi.,
Ukuran: 14 x 21 cm
Jumlah Halaman: 98
Jenis Kertas: Bookpaper

Sinopsis :

Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa apa yang mereka rasakan — seperti cemas tanpa alasan yang jelas, sulit merasa tenang meski hidup terlihat baik-baik saja, atau lelah secara emosional — mungkin bukan kelemahan, melainkan bagian dari cara tubuh bertahan. Melalui pendekatan psikologi klinis yang hangat dan mudah dipahami, serta sentuhan nilai-nilai Islam yang menenangkan, buku ini membantu pembaca untuk:

    • Memahami bagaimana trauma bekerja dalam tubuh dan pikiran
    • Mengenali pola emosi dan hubungan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu
    • Belajar menenangkan sistem saraf melalui langkah-langkah sederhana
    • Menemukan kembali rasa aman, perlahan dari dalam diri

Buku ini tidak hanya memberi penjelasan, tetapi juga menemani pembaca dalam perjalanan pulih — karena pulih bukan berarti menjadi seseorang yang baru, tetapi belajar kembali menjadi rumah yang aman bagi diri sendiri.

Kategori: Product ID: 7274

Deskripsi

Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa apa yang mereka rasakan — seperti cemas tanpa alasan yang jelas, sulit merasa tenang meski hidup terlihat baik-baik saja, atau lelah secara emosional — mungkin bukan kelemahan, melainkan bagian dari cara tubuh bertahan. Melalui pendekatan psikologi klinis yang hangat dan mudah dipahami, serta sentuhan nilai-nilai Islam yang menenangkan, buku ini membantu pembaca untuk:

    • Memahami bagaimana trauma bekerja dalam tubuh dan pikiran
    • Mengenali pola emosi dan hubungan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu
    • Belajar menenangkan sistem saraf melalui langkah-langkah sederhana
    • Menemukan kembali rasa aman, perlahan dari dalam diri

Buku ini tidak hanya memberi penjelasan, tetapi juga menemani pembaca dalam perjalanan pulih — karena pulih bukan berarti menjadi seseorang yang baru, tetapi belajar kembali menjadi rumah yang aman bagi diri sendiri.