5 Jenis Kertas yang Umum Digunakan untuk Mencetak Buku

5 Jenis Kertas yang Umum Digunakan untuk Mencetak Buku

Tidak banyak orang mengetahui bahwa pemilihan kertas sangat menentukan kenyamanan membaca, kesan profesional, hingga biaya produksi buku. Selama ini, urusan kertas sering dianggap sepenuhnya “tugas percetakan”. Padahal, tidak ada salahnya—bahkan justru penting, terutama bagi Anda yang menulis dan menerbitkan buku sendiri—untuk memahami jenis-jenis kertas.

Manfaatnya jelas: Anda bisa menentukan kertas yang paling cocok untuk buku Anda, terutama jika menerbitkan lewat jalur self-publishing.

Dalam dunia perbukuan, kertas umumnya punya dua fungsi utama:

  1. Kertas untuk isi buku, dan
  2. Kertas untuk sampul (cover).

Berikut lima jenis kertas yang paling sering digunakan.

1. HVS

Kertas HVS adalah jenis yang paling umum dipakai untuk isi buku, khususnya buku pelajaran, modul, buku referensi, atau naskah yang dominan teks. Kita memang sering menjumpai HVS untuk fotokopi, tetapi HVS fotokopi dan HVS untuk buku bisa berbeda pada pilihan gramatur:

  • Fotokopi umumnya memakai 60–80 gsm (tergantung kebutuhan).
  • Untuk isi buku, percetakan sering menggunakan 70 gsm (atau 80 gsm jika ingin lebih tebal dan lebih “berisi”).

Kelebihan HVS: hasil teks tegas, biaya relatif terjangkau, dan mudah didapat.

2. Bookpaper

Bookpaper semakin populer, terutama untuk buku bacaan seperti:

  1. novel,
  2. kumpulan cerpen,
  3. kumpulan puisi,
  4. dan buku-buku teks yang ingin terasa lebih “hangat”.

Ciri khasnya: warna kertas cenderung krem/cokelat terang sehingga lebih nyaman di mata dan tidak cepat melelahkan saat membaca.

Catatan: bookpaper kurang ideal untuk gambar berwarna karena hasil warnanya tidak setajam kertas berlapis coating.

3. Art Paper / Matte Paper

Kertas jenis Art Paper (glossy/mengilap) dan Matte Paper (doff) umum dipakai untuk kebutuhan cetak yang membutuhkan tampilan visual kuat, misalnya:

  • majalah,
  • brosur,
  • katalog.

Namun, beberapa buku juga memakainya, terutama buku yang banyak gambar, foto, atau ilustrasi berwarna, misalnya:

  • buku company profile,
  • buku dokumentasi,
  • buku anak full color,
  • buku fotografi.

Kelebihan: warna lebih “keluar” dan detail gambar tajam.
Kekurangan: biaya lebih tinggi dibanding HVS dan bookpaper.

4. Art Carton

Untuk sampul buku, kertas yang paling sering digunakan adalah Art Carton karena tebal dan kokoh. Gramatur yang umum untuk cover biasanya berada pada kisaran:

  • 190–400 gsm (seringnya 230–310 gsm untuk cover buku umum).

Secara tampilan, art carton mirip art paper, hanya saja lebih tebal. Kertas ini hampir selalu dipadukan dengan finishing seperti laminasi doff/glossy agar cover lebih awet.

5. Ivory

Kertas Ivory memiliki ciri khas dua sisi berbeda:

  • Sisi luar: putih mengilap (lebih halus)
  • Sisi dalam: putih dengan tekstur lebih kasar

Karena sifatnya tebal dan kuat, ivory sering dipakai untuk:

  • cover buku tertentu,
  • kemasan,
  • atau kebutuhan cetak yang mengutamakan kesan kokoh dan rapi.

Ivory kerap dianggap “jalan tengah” untuk tampilan elegan, namun tetap terasa solid.

Itulah lima jenis kertas yang paling sering digunakan oleh penerbit dan percetakan buku. Memilih kertas dengan cermat akan membantu Anda mendapatkan hasil cetak yang sesuai harapan—nyaman dibaca, tampil meyakinkan, dan sesuai anggaran.

Namun, apa pun kertas yang nanti Anda pilih, yang paling penting tetap satu: tuliskan ide Anda sampai selesai, lalu wujudkan menjadi buku.